
Medan — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong agar perlindungan kesehatan bagi para mitra pengemudi Gojek diperkuat melalui perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan kesehatan bagi pekerja sektor transportasi daring perlu mendapat perhatian lebih, mengingat risiko pekerjaan yang mereka hadapi setiap hari di jalanan belum sebanding dengan perlindungan yang tersedia saat ini.
Dorongan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra Gojek di Kantor Gojek, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PT GoTo dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, serta diikuti ratusan mitra pengemudi Gojek di Kota Medan.
Dalam kunjungannya, Bobby didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa kegiatan CKG ini merupakan salah satu bentuk implementasi program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang sebagian besar menghabiskan waktu bekerja di jalan.
“Ini salah satu implementasi program Pak Presiden, yaitu cek kesehatan gratis. Biasanya masyarakat datang ke puskesmas, sekarang layanan kesehatan kita hadirkan langsung kepada para mitra Gojek,” ujar Bobby.
Program yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan beragam layanan pemeriksaan kesehatan bagi para mitra, mulai dari pemeriksaan mata, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, hingga konsultasi dengan dokter umum. Selain itu, tersedia pula pemeriksaan tuberkulosis (TB) paru, rekam jantung, deteksi dini kanker, serta pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan resep dokter. Di sela kegiatan, Bobby turut menyemangati para mitra pengemudi dan memberikan bingkisan untuk dibawa pulang oleh peserta yang mengikuti CKG.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak Gojek, saat ini perusahaan telah membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi mitra yang memenuhi kategori berprestasi tertentu, dengan cakupan sekitar 40 persen dari total mitra yang tergabung di wilayah tersebut. Bobby menilai angka ini masih perlu ditingkatkan mengingat besarnya risiko yang dihadapi para pengemudi ojek daring dalam pekerjaan sehari-hari mereka di jalanan.
Karena itu, Bobby mendorong agar cakupan perlindungan BPJS Kesehatan tersebut dapat diperluas ke lebih banyak mitra, tidak terbatas pada kategori tertentu saja. Usulan itu, menurutnya, juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat maupun pihak Gojek sebagai respons atas keluhan yang selama ini banyak disampaikan para mitra pengemudi.
“Itu juga yang kita sampaikan ke pemerintah pusat dan juga pihak Gojek. Kalau bisa BPJS Kesehatan (mitra) ditanggung. Karena ini keluhan para mitra Gojek,” kata Bobby.
Bobby turut menyinggung bahwa Sumatera Utara saat ini sudah memiliki program Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan seluruh warga mengakses layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Meski demikian, ia menilai keberadaan program tersebut akan semakin optimal apabila didukung pula oleh perlindungan kesehatan yang ditanggung langsung oleh perusahaan tempat para mitra bernaung.
“Walaupun di Sumatera Utara sudah ada program Universal Health Coverage (UHC), tentu akan lebih baik jika perlindungan kesehatan para mitra juga didukung langsung oleh perusahaan,” ujarnya.
Menurut Bobby, sinergi antara jaminan kesehatan berbasis pemerintah dan tanggung jawab perusahaan mitra kerja dinilai dapat saling melengkapi. Selain memberi rasa aman bagi para pengemudi ojek daring dalam menjalankan pekerjaannya, skema ini juga dinilai dapat membantu meringankan beban pembiayaan kesehatan yang selama ini banyak ditanggung pemerintah melalui program-program jaminan kesehatan nasional.
Bobby turut menyampaikan apresiasi kepada Gojek yang telah berkomitmen menyelenggarakan kegiatan CKG di Sumatera Utara. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk terus dijaga keberlanjutannya, mengingat manfaatnya yang langsung dirasakan oleh para mitra yang selama ini kerap kesulitan meluangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan konvensional seperti puskesmas.
Dengan adanya dorongan perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan ini, Bobby berharap ke depan semakin banyak mitra pengemudi transportasi daring di Sumatera Utara yang dapat bekerja dengan lebih tenang, karena telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang memadai, sekaligus turut mendukung upaya pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
