Rico Waas Tekankan Olahraga Menembak Melatih Fokus dan Disiplin dalam Latihan Eksekutif di Medan

Rico Waas Tekankan Olahraga Menembak Melatih Fokus dan Disiplin dalam Latihan Eksekutif di Medan – BERITAPELITA.COM

WALI KOTA MEDAN – Olahraga menembak dinilai bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana penting untuk melatih fokus, ketenangan, dan pengambilan keputusan yang tepat. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri kegiatan Latihan Menembak Pistol Executive Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Tembak Yonparako 463 Pasgat, Medan Polonia, pada Kamis (21/5/2026). Acara ini diikuti oleh berbagai unsur eksekutif dan pejabat daerah. Suasana latihan berlangsung serius namun tetap penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan dan ketahanan mental.

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa olahraga menembak memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar olahraga biasa. Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi dan menjaga ketenangan sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas menembak. Setiap peserta dituntut untuk fokus dalam setiap bidikan. Hal ini mencerminkan pentingnya konsentrasi dalam pengambilan keputusan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam dunia kepemimpinan. Karena itu, olahraga ini dinilai memiliki manfaat strategis.

Kegiatan Latihan Menembak Pistol Executive Triwulan II ini menjadi wadah pembinaan bagi para peserta dari kalangan eksekutif dan aparatur. Selain sebagai olahraga, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antarinstansi. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Latihan dilakukan dengan pengawasan instruktur profesional. Setiap peserta mengikuti arahan dengan disiplin. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini.

Lapangan Tembak Yonparako 463 Pasgat Medan Polonia menjadi lokasi yang dipilih karena memiliki fasilitas yang memadai. Tempat tersebut sering digunakan untuk latihan resmi berbagai instansi. Standar keamanan dan peralatan yang tersedia mendukung kegiatan menembak secara profesional. Peserta diberikan briefing sebelum latihan dimulai. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua prosedur dipahami dengan baik. Kegiatan berlangsung tertib dan terorganisir.

Rico Waas juga menyoroti pentingnya olahraga dalam membentuk karakter pemimpin yang tangguh. Menurutnya, olahraga menembak mengajarkan kesabaran dalam menghadapi tekanan. Setiap tembakan membutuhkan perhitungan yang matang. Hal ini mencerminkan proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan. Pemimpin dituntut untuk berpikir tenang dalam situasi sulit. Karena itu, olahraga ini memiliki nilai pembelajaran yang tinggi.

Selain melatih fokus, olahraga menembak juga membantu meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan. Kemampuan ini sangat penting dalam menjaga ketepatan setiap tembakan. Peserta dilatih untuk mengontrol pernapasan dan stabilitas tubuh. Hal ini membutuhkan latihan yang konsisten dan disiplin tinggi. Instruksi dari pelatih menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Setiap kesalahan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpejabat dan peserta dari berbagai instansi. Dalam suasana latihan, komunikasi berjalan lebih santai namun tetap profesional. Interaksi tersebut memperkuat hubungan kerja di lingkungan pemerintahan. Kolaborasi antarinstansi menjadi lebih mudah terbangun. Hal ini diharapkan berdampak positif pada pelayanan publik. Sinergi menjadi kunci dalam pembangunan daerah.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi latihan yang diberikan. Mereka berlatih menembak dengan berbagai posisi dan tingkat kesulitan. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan secara langsung. Instruktur memberikan arahan teknis secara detail. Evaluasi dilakukan setelah setiap sesi latihan selesai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta secara bertahap.

Olahraga menembak juga dinilai sebagai sarana untuk melatih pengendalian diri. Dalam situasi tertentu, ketenangan menjadi faktor penentu keberhasilan. Peserta harus mampu mengatasi tekanan dan tetap fokus pada sasaran. Hal ini menjadi pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengendalikan diri sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, olahraga ini memiliki nilai edukatif yang tinggi.

Pemerintah Kota Medan mendukung kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari pembinaan aparatur. Selain meningkatkan kemampuan individu, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas antarinstansi. Pemerintah menilai kegiatan olahraga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Keseimbangan antara fisik dan mental menjadi perhatian penting. Karena itu, kegiatan serupa akan terus didorong. Pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas.

Instruktur menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap sesi latihan menembak. Semua peserta diwajibkan mengikuti prosedur keamanan yang ketat. Penggunaan perlengkapan standar menjadi syarat utama dalam latihan. Hal ini untuk menghindari risiko kecelakaan selama kegiatan berlangsung. Disiplin terhadap aturan menjadi bagian dari pelatihan. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga menembak kepada kalangan eksekutif. Banyak peserta yang baru pertama kali mengikuti latihan seperti ini. Mereka mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dari aktivitas sehari-hari. Hal ini memberikan wawasan tambahan tentang dunia olahraga. Antusiasme peserta menunjukkan minat yang cukup tinggi. Olahraga menembak mulai mendapat perhatian lebih luas.

Rico Waas berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, latihan rutin akan meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan peserta. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan antarinstansi. Pemerintah berkomitmen mendukung kegiatan yang bersifat positif dan membangun. Olahraga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter aparatur. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang.

Di akhir kegiatan, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi bersama. Hasil latihan dibahas untuk mengetahui perkembangan kemampuan masing-masing individu. Diskusi berjalan dengan suasana terbuka dan konstruktif. Hal ini membantu peserta memahami kelebihan dan kekurangan mereka. Evaluasi menjadi bagian penting dalam proses pelatihan. Perbaikan dilakukan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan Latihan Menembak Pistol Executive Triwulan II TA 2026 di Medan menjadi ajang pembinaan yang tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan fokus. Penegasan dari Rico Tri Putra Bayu Waas menunjukkan pentingnya olahraga menembak sebagai sarana pengembangan diri. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Dengan dukungan berkelanjutan, olahraga menembak diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi aparatur dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *