Kapolri Suyudi Ario Seto Rotasi Tujuh Wakapolda, Brigjen Fadillah Zulkarnaen Kini Jabat Wakapolda Sumut

Mutasi Polri, Perkuat Kepemimpinan dan Pelayanan di Daerah

KAPOLRI – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi terhadap jabatan tujuh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) di sejumlah wilayah. Mutasi tersebut menjadi salah satu langkah penyegaran organisasi di tubuh Polri. Rotasi itu menyasar sejumlah polda strategis, mulai dari Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Banten, Aceh, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, hingga Jawa Timur. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kinerja institusi. Polri menegaskan bahwa penempatan para pejabat tersebut dilakukan melalui pertimbangan yang matang.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026. Surat telegram itu memuat daftar pejabat yang dipindahtugaskan beserta jabatan barunya. Penerbitan surat tersebut menandai dimulainya proses serah terima jabatan di masing-masing satuan kerja. Para pejabat yang bersangkutan diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab barunya. Proses tersebut dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penjelasan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu (11/10/2026). Menurutnya, perpindahan jabatan adalah hal yang lazim dalam sebuah organisasi besar seperti Polri. Rotasi tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman yang lebih luas bagi para perwira. Dengan demikian, kualitas kepemimpinan di setiap satuan wilayah diharapkan terus meningkat.

Isir menegaskan bahwa penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi disebut menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui prinsip itu, setiap personel yang mendapat amanah jabatan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Polri menilai penilaian berbasis kemampuan akan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi. Prinsip tersebut juga diharapkan mendorong semangat kerja seluruh anggota Polri.

Salah satu jabatan yang diganti ialah Wakapolda Sumatera Utara. Brigjen Naek Pamen Simanjuntak digantikan oleh Brigjen Fadillah Zulkarnaen yang sebelumnya bertugas di jabatan lain di lingkungan Polri. Pergantian ini menjadi perhatian karena Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah dengan dinamika keamanan yang cukup tinggi. Brigjen Fadillah diharapkan dapat segera beradaptasi dengan kondisi dan karakteristik wilayah tersebut. Masyarakat berharap kepemimpinan yang baru mampu memperkuat sinergi bersama jajaran di Polda Sumut.

Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1997. Promosi pangkat bintang satu yang diraihnya menambah daftar lulusan Akpol 1997 yang menyandang pangkat tersebut. Ia termasuk perwira yang meraih pangkat brigadir jenderal sebelum berusia 50 tahun. Capaian itu dinilai mencerminkan perjalanan kariernya yang konsisten di lingkungan kepolisian. Kenaikan pangkat tersebut sekaligus mengangkat nama angkatan 1997 di tubuh Polri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Brigjen Fadillah Zulkarnaen diketahui merupakan adik ipar Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Selain itu, ia juga merupakan lulusan Akpol seangkatan dengan adik Zakiyuddin, yakni Inspektur Jenderal Polisi Nazly Harahap. Hubungan kekerabatan tersebut menjadi bagian dari latar belakang yang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Meski demikian, Polri menegaskan bahwa seluruh penempatan jabatan didasarkan pada prinsip meritokrasi.

Selain Wakapolda Sumut, rotasi turut menyasar sejumlah polda lain. Brigjen Semmy Ronny Thabaa menggantikan Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah, sedangkan Brigjen Zain Dwi Nugroho menggantikan Brigjen Iwan Saktiadi sebagai Wakapolda Banten. Di Aceh, Brigjen Latif Usman menggantikan Brigjen Ari Wahyu Widodo, sementara Brigjen Herindra Rahmawan menggantikan Brigjen Latif Usman sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Perubahan ini menunjukkan adanya penataan menyeluruh di beberapa wilayah sekaligus.

Dua jabatan lainnya diisi oleh perwira yang berasal dari penugasan berbeda. Brigjen Irwansyah, yang sebelumnya bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, kini diangkat sebagai Wakapolda Sumatera Selatan. Adapun Komisaris Besar Polisi Feri Handoko Soenarso, yang sebelumnya menjabat Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumatera Utara, diangkat menjadi Wakapolda Jawa Timur. Pengangkatan tersebut menunjukkan adanya kesempatan promosi bagi perwira yang dinilai berprestasi.

Rotasi tujuh Wakapolda ini diharapkan membawa penyegaran serta peningkatan kinerja Polri di berbagai daerah. Publik menantikan realisasi komitmen meritokrasi yang disampaikan Polri dalam setiap penempatan jabatan. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menjaga profesionalitas, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat. Pengawasan dari berbagai pihak dinilai penting agar proses pembinaan karier berjalan transparan dan akuntabel. Ke depan, dinamika organisasi di tubuh Polri diharapkan terus mendukung terwujudnya pelayanan keamanan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *