Truk Sampah Tua di Medan Jadi Sorotan, Warga Minta Pemko Segera Lakukan Pembaruan Armada

BERITAPELITA.COM — Kondisi armada truk sampah milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan satu unit truk sampah yang tampak nyaris rongsok melintas di salah satu jalan utama di Kota Medan, memicu kekhawatiran publik soal keselamatan dan kelayakan operasional kendaraan tersebut.

Dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat truk sampah berwarna kuning dengan bodi berkarat dan pintu nyaris copot tengah melaju pelan. Asap hitam pekat keluar dari knalpot, sementara bagian bak belakang terlihat penyok dan berlubang. Kondisi itu membuat pengguna jalan lain memilih menjaga jarak.

“Ini truk sampah atau besi tua? Bahaya kali kalau meledak atau remnya blong,” ujar seorang warga dalam rekaman video tersebut.

Video itu kemudian viral di beberapa platform media sosial, termasuk Instagram dan TikTok, hingga menuai ratusan komentar dari warganet. Banyak yang menilai kondisi armada truk sampah di Medan sudah tidak layak jalan dan bisa membahayakan keselamatan.

“Harusnya pemerintah malu. Truk kayak gini masih dioperasikan di kota besar,” tulis akun @medanupdates dalam unggahannya.

Menanggapi viralnya video tersebut, sejumlah warga mengaku tidak kaget. Menurut mereka, kondisi serupa sudah sering terlihat di beberapa wilayah, seperti Medan Deli, Medan Amplas, dan Medan Marelan.

“Kalau pagi, kami sering lihat truk sampah yang jalannya lambat dan berasap tebal. Kadang suaranya keras seperti mau pecah,” kata Mardiana, warga Medan Amplas.

Ia menambahkan, selain tampak usang, beberapa truk juga kerap bocor, menyebabkan air lindi atau cairan sampah menetes ke jalan dan menimbulkan bau busuk. “Sudah lama harusnya diperbaiki. Kalau tidak, kasihan juga petugas kebersihan yang kerja pakai truk seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat transportasi dan tata kota dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Arman Siregar, menilai persoalan ini menunjukkan lemahnya perawatan aset kendaraan daerah. “Kendaraan operasional seperti truk sampah harus memiliki jadwal perawatan rutin. Jika tidak, risikonya bukan hanya kerusakan, tapi juga keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemko Medan perlu melakukan audit teknis terhadap seluruh armada pengangkut sampah. “Minimal setiap dua tahun dilakukan evaluasi fisik. Kalau tidak layak jalan, harus segera diganti atau diremajakan,” tegasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan turut angkat bicara terkait viralnya video tersebut. Kepala DLH Medan, Arif Nasution, mengakui bahwa sebagian armada truk sampah memang sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan.

“Benar, sebagian truk yang kami operasikan sudah berumur di atas 10 tahun. Kami sudah mengusulkan pengadaan armada baru dalam RAPBD 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (6/11/2025).

Arif menjelaskan, saat ini Pemko Medan memiliki sekitar 250 unit truk pengangkut sampah yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen dalam kondisi rusak ringan hingga berat. “Kendaraan tua itu masih dipaksakan beroperasi karena volume sampah di Medan sangat tinggi, bisa mencapai 1.800 ton per hari,” tambahnya.

Ia menyebut bahwa peremajaan armada akan dilakukan bertahap, dengan prioritas pada unit yang paling rusak dan berisiko membahayakan pengguna jalan. “Kita sudah lakukan pendataan. Targetnya 50 unit baru akan masuk tahun depan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa persoalan kebersihan menjadi perhatian utama pemerintahannya. Ia menilai bahwa peremajaan armada sampah harus dilakukan dengan cepat agar pelayanan publik berjalan lebih optimal.

“Kita sudah minta Dinas terkait segera buat kajian kebutuhan kendaraan operasional baru. Kalau tidak diperbarui, sistem pengangkutan sampah akan terganggu,” kata Rico saat diwawancarai usai rapat koordinasi di Balai Kota.

Rico juga menambahkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta untuk membantu sistem logistik sampah di Medan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus ada skema kemitraan agar lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah petugas kebersihan yang ditemui di lapangan juga mengeluhkan kondisi armada tua. Mereka mengaku sering kesulitan saat truk mogok di tengah jalan. “Kadang harus dorong atau panggil bengkel. Tapi kami tetap jalan, karena tugas harus selesai,” kata Yanto, salah satu sopir truk sampah dari UPT Medan Tuntungan.

Warga berharap agar pemerintah benar-benar serius menanggapi keluhan ini. “Kalau memang mau Medan bersih, ya alatnya harus memadai. Jangan tunggu viral dulu baru diperbaiki,” kata Rini, warga Medan Johor.

Kondisi truk sampah yang memprihatinkan ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan kebersihan kota tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tapi juga pada kesiapan fasilitas pendukung. Armada yang baik, efisien, dan aman akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan pelayanan publik.

Pemerhati kebijakan publik, Deni Marbun, menyimpulkan bahwa masalah seperti ini sering muncul karena kebijakan perawatan aset daerah tidak dijalankan secara konsisten. “Banyak kendaraan dinas dibiarkan rusak tanpa anggaran pemeliharaan yang memadai. Padahal, merawat jauh lebih murah daripada membeli baru,” ujarnya.

Kini, publik menunggu langkah nyata Pemko Medan dalam membenahi sistem pengelolaan sampah, terutama soal armada operasional. Jika pembaruan benar dilakukan pada tahun depan, diharapkan wajah kebersihan Medan akan semakin membaik, tanpa lagi truk tua berasap yang membahayakan pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *