
MEDAN – Pemerintah Kota Medan melalui Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan resmi menggelar kegiatan Bina Mental Ramadan Jenjang SMP Kota Medan Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun karakter dan spiritualitas peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suasana menyambut bulan suci Ramadan. Sebanyak 200 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kota Medan ambil bagian dalam kegiatan ini.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Rabu (26/2/2026). Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang diwakili Sekretaris Disdikbud Kota Medan, Andy Yudhistira. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi generasi muda. Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pencapaian akademik.
Bina Mental Ramadan merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan khusus bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama. Program ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan edukatif dan religius, siswa diajak memahami makna Ramadan secara lebih mendalam. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan akhlak di lingkungan sekolah.
Sebanyak 200 siswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari berbagai SMP negeri dan swasta di Kota Medan. Peserta dipilih berdasarkan rekomendasi sekolah masing-masing. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi teman sebaya. Para siswa juga didorong untuk menularkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekolah.
Materi yang diberikan dalam kegiatan Bina Mental Ramadan mencakup pembinaan akhlak, penguatan ibadah, serta pemahaman moderasi beragama. Selain itu, terdapat sesi motivasi dan diskusi interaktif bersama narasumber. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dirancang komunikatif dan partisipatif.
Pemerintah Kota Medan menilai bahwa penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak di era digital saat ini. Tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut generasi muda memiliki fondasi moral yang kuat. Melalui program seperti ini, siswa dibekali nilai integritas dan empati. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian.
Sekretaris Disdikbud Kota Medan dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga perilaku selama Ramadan. Ia mengajak para siswa memanfaatkan bulan suci untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Momentum Ramadan dinilai tepat untuk menanamkan nilai kesabaran dan kepedulian sosial. Pembinaan mental menjadi bagian integral dari proses pendidikan.
Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah. Pendidikan karakter mencakup nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Implementasi nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk pelajar yang berakhlak mulia. Dengan demikian, sekolah menjadi ruang tumbuh yang holistik.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti kegiatan praktik ibadah bersama. Kegiatan tersebut meliputi pembiasaan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan ceramah keagamaan. Aktivitas ini bertujuan membentuk kebiasaan positif selama Ramadan. Pembiasaan tersebut diharapkan berlanjut setelah bulan suci berakhir.
Bidang SMP Disdikbud Kota Medan memastikan kegiatan berjalan tertib dan terstruktur. Panitia telah menyusun jadwal kegiatan yang sistematis. Setiap sesi diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas pembinaan yang diberikan kepada siswa.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa mengikuti sesi dengan penuh perhatian dan semangat. Diskusi yang berlangsung menunjukkan keterlibatan aktif peserta. Kondisi ini menjadi indikator bahwa pembinaan mental mendapat respons positif dari kalangan pelajar.
Orang tua dan pihak sekolah turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai program Bina Mental Ramadan dapat membantu memperkuat pembentukan karakter anak. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi faktor penting keberhasilan program. Kolaborasi ini akan terus diperkuat pada kegiatan serupa di masa mendatang.
Pemerintah Kota Medan berkomitmen menjadikan program pembinaan mental sebagai agenda berkelanjutan. Evaluasi akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan di tahun berikutnya. Hasil kegiatan ini juga akan menjadi bahan pengembangan kebijakan pendidikan karakter. Pendekatan berkelanjutan dinilai penting untuk menciptakan dampak jangka panjang.
Melalui Bina Mental Ramadan 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. Pendidikan yang seimbang antara ilmu dan akhlak menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Program ini menjadi bukti keseriusan Pemko Medan dalam membangun generasi berkarakter. Semangat Ramadan diharapkan mampu menginspirasi perubahan positif di kalangan pelajar.
Dengan partisipasi 200 siswa, kegiatan ini menjadi momentum strategis pembinaan karakter di tingkat SMP. Pemerintah Kota Medan optimistis bahwa pembinaan mental yang konsisten akan menghasilkan generasi unggul. Komitmen bersama seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program. Bina Mental Ramadan 2026 pun resmi menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan karakter di Kota Medan.
