
BERITAPELITA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana meluncurkan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) pada tahun 2026 mendatang. Kebijakan ini hadir sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban biaya yang selama ini dirasakan masyarakat.
Program tersebut akan dimulai di wilayah Kepulauan Nias sebagai tahap awal penerapan. Pemilihan daerah itu bukan tanpa alasan, mengingat Nias masih menjadi kawasan yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal pembangunan sumber daya manusia.
“Ini daerah (Kepulauan Nias) yang masih mendapat perhatian lebih. Supaya bisa mengakselerasi pembangunan,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut, Dikky Anugerah, saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (17/9/2025).
PUBG dipandang sebagai terobosan penting dalam memutus rantai kesenjangan pendidikan di Sumut. Dengan biaya sekolah yang ditanggung pemerintah, anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak perlu lagi khawatir tertinggal dalam pendidikan dasar maupun menengah.
Pemprov Sumut menargetkan program ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan angka partisipasi sekolah, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan. Pendidikan gratis diyakini akan menjadi pondasi untuk mencetak generasi yang lebih kompetitif di masa depan.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah yang masih menjadi persoalan di beberapa kabupaten/kota di Sumut. Faktor ekonomi seringkali menjadi alasan utama anak-anak berhenti sekolah, terutama di pedesaan.
Dikky menegaskan, kebijakan sekolah gratis akan dirancang secara bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan alokasi anggaran yang memadai agar program dapat berjalan optimal.
Sumber pembiayaan program ini akan dimasukkan dalam perencanaan anggaran tahun 2026, dengan memanfaatkan dukungan dari APBD Sumut serta kemungkinan kerja sama dengan pemerintah pusat. Hal ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Sumut dalam memajukan sektor pendidikan.
Tidak hanya fokus pada aspek biaya, PUBG juga akan dibarengi dengan perbaikan kualitas pendidikan. Pemprov Sumut berencana menyiapkan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta kurikulum yang relevan agar siswa benar-benar mendapat manfaat yang maksimal.
Program ini disambut positif oleh masyarakat Nias. Para orang tua menilai kebijakan sekolah gratis akan sangat membantu, terlebih banyak keluarga di kepulauan tersebut yang masih bergantung pada sektor pertanian dan perikanan dengan pendapatan terbatas.
Pemerintah berharap, peluncuran tahap pertama di Nias akan menjadi percontohan yang sukses sebelum nantinya diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Lebih jauh, Dikky menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata. Dukungan masyarakat, tenaga pendidik, serta pihak sekolah menjadi faktor penting agar kebijakan berjalan efektif.
PUBG merupakan bagian dari visi besar Pemprov Sumut untuk mencetak generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi. Dengan pendidikan yang merata, diharapkan kualitas sumber daya manusia Sumut bisa meningkat secara signifikan.
Dalam beberapa bulan ke depan, Pemprov Sumut akan melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Langkah ini bertujuan agar seluruh pihak memahami mekanisme serta manfaat dari program sekolah gratis tersebut.
Dengan adanya PUBG, Sumatera Utara semakin menegaskan komitmennya terhadap pembangunan pendidikan. Tahun 2026 akan menjadi momentum penting untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di provinsi ini.
