
MEDAN – Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa arah pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata. Menurutnya, pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas umum memang penting, namun pembinaan moral serta masa depan generasi muda jauh lebih mendasar. Ia menyampaikan bahwa kemajuan kota harus berjalan seiring dengan kualitas karakter warganya. Tanpa fondasi moral yang kuat, pembangunan fisik dinilai tidak akan memberikan dampak jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima Panitia Pelaksana Periodisasi Punguan Pasaribu Dohot Boruna (PPDB/PPRPI) Kota Medan. Pertemuan berlangsung di Balai Kota Medan pada Rabu, 25 Februari 2026. Agenda ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi antara pemerintah daerah dan unsur masyarakat. Suasana dialog berlangsung terbuka dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat. Ia menyebut pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga ketahanan moral generasi muda. Peran keluarga, tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan sangat dibutuhkan. Sinergi tersebut dinilai sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan sosial saat ini.
Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah penyalahgunaan narkoba. Pemerintah Kota Medan memandang persoalan ini sebagai ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga merusak struktur sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Selain narkoba, praktik judi online juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Wakil Wali Kota menilai fenomena ini semakin marak dan menyasar berbagai kalangan usia. Judi daring berdampak luas, mulai dari meningkatnya utang pribadi hingga konflik rumah tangga. Kondisi ini memerlukan langkah preventif melalui edukasi dan penguatan literasi digital.
Zakiyuddin menegaskan bahwa pembangunan karakter harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga menjadi garda terdepan dalam membentuk nilai dan etika anak. Pemerintah berkomitmen mendukung melalui program pembinaan dan sosialisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan perilaku di kalangan remaja.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai instrumen pembentukan moral. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembinaan akhlak dan disiplin. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan pendidikan karakter. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi muda.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan PPDB/PPRPI Kota Medan menyampaikan komitmen untuk turut berperan aktif. Organisasi kekerabatan dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun solidaritas dan pengawasan sosial. Dengan pendekatan berbasis komunitas, pengawasan terhadap perilaku menyimpang dapat dilakukan lebih efektif. Hal ini memperkuat peran masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah.
Wakil Wali Kota menambahkan bahwa peningkatan kriminalitas sering kali berakar dari persoalan moral dan ekonomi. Penyalahgunaan narkoba dan judi online dapat memicu tindak kejahatan. Oleh sebab itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Upaya ini juga menjadi bagian dari menjaga stabilitas dan keamanan kota.
Pemerintah Kota Medan berkomitmen menghadirkan program yang mendukung generasi muda agar tetap produktif. Kegiatan positif di bidang olahraga, seni, dan kewirausahaan terus didorong. Langkah ini bertujuan memberikan ruang ekspresi yang sehat bagi anak muda. Dengan aktivitas yang konstruktif, risiko terjerumus dalam perilaku negatif dapat ditekan.
Zakiyuddin menegaskan bahwa pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang seimbang. Infrastruktur yang baik harus didukung masyarakat yang berintegritas. Kota yang maju tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Prinsip ini menjadi landasan arah kebijakan Pemerintah Kota Medan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Tantangan sosial memerlukan kepedulian bersama. Setiap individu memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan sekitar. Budaya saling mengingatkan dan peduli harus terus ditumbuhkan.
Pertemuan di Balai Kota Medan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi. Pemerintah membuka ruang dialog bagi berbagai organisasi kemasyarakatan. Aspirasi dan masukan dari masyarakat akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. Pendekatan partisipatif diyakini mampu menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran.
Dalam penutupnya, Wakil Wali Kota kembali menegaskan pentingnya menjaga masa depan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan Kota Medan. Oleh karena itu, investasi moral dan pendidikan harus menjadi prioritas. Upaya ini merupakan bagian dari visi pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kota Medan mampu tumbuh sebagai kota yang maju secara fisik sekaligus kuat secara moral. Tantangan sosial dapat dihadapi dengan kolaborasi dan kepedulian. Pembangunan yang berorientasi pada manusia menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Dengan demikian, kesejahteraan dan keharmonisan sosial dapat terwujud secara berkelanjutan.
