Lurah Medan Timur Jatuh ke Parit Saat Bongkar Polisi Tidur, Warga Protes hingga Dorong Pejabat

BERITAPELITA.COM – Sebuah insiden tak terduga terjadi di Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, saat Lurah Perintis, Muhammad Fadli, terjatuh ke dalam parit karena didorong oleh seorang warga. Kejadian ini berlangsung ketika pihak kelurahan sedang melakukan pembongkaran polisi tidur liar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Madupuro, pada Senin (13/10/2025). Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak Muhammad Fadli mengenakan seragam dinas berwarna cokelat sedang memimpin kegiatan pembongkaran polisi tidur yang terbuat dari ban bekas dan semen.

Warga sekitar sebelumnya telah melaporkan keberadaan polisi tidur tersebut karena dianggap mengganggu lalu lintas. Banyak pengendara motor dan mobil yang mengeluh lantaran ketinggian polisi tidur tidak sesuai standar dan membahayakan pengguna jalan.

Namun, ketika pembongkaran dilakukan, seorang pria bernama Adi, yang diduga merupakan pembuat polisi tidur tersebut, tiba-tiba datang dan melontarkan protes keras kepada lurah. Ia menolak upaya pembongkaran yang dilakukan oleh petugas kelurahan bersama tim kebersihan.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 32 detik itu, tampak perdebatan antara Fadli dan Adi berlangsung sengit. Warga yang menonton sempat mencoba melerai, namun situasi semakin panas hingga akhirnya Adi mendorong Fadli yang saat itu berdiri di tepi parit.

Dorongan tersebut membuat lurah terjatuh ke dalam parit yang penuh air. Warga di sekitar lokasi langsung berteriak kaget, sementara beberapa petugas kelurahan segera membantu menolong Fadli untuk naik kembali ke daratan.

Meski basah kuyup, Fadli tetap berusaha tenang. Ia meminta anggotanya tidak terpancing emosi dan melanjutkan pembongkaran polisi tidur sesuai rencana. “Kita tetap kerja, jangan emosi. Semua harus sesuai aturan,” ujar Fadli dengan nada tegas setelah kejadian.

Pihak Kecamatan Medan Timur dikabarkan segera turun ke lokasi untuk memantau situasi dan melakukan mediasi dengan warga setempat. Camat Medan Timur, Rizky Darmawan, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyesalkan tindakan warga yang mendorong lurah hingga jatuh ke parit.

“Pak Lurah hanya menjalankan tugas sesuai aturan. Pembongkaran dilakukan karena banyak pengaduan masyarakat. Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak bertindak anarkis,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Rizky, pembangunan polisi tidur di jalan umum harus mendapatkan izin dari pihak kelurahan atau Dinas Perhubungan. Jika tidak sesuai standar, keberadaannya justru bisa menyebabkan kecelakaan.

“Kalau mau buat polisi tidur, ada aturannya. Tidak bisa asal bikin karena bisa membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah warga sekitar justru mengapresiasi langkah lurah yang berani turun langsung ke lapangan. Mereka menilai tindakan Fadli menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Selama ini banyak motor hampir jatuh gara-gara polisi tidur itu tinggi sekali. Pak lurah turun langsung, malah didorong, kasihan,” kata Siti, seorang warga sekitar.

Usai kejadian, polisi dari Polsek Medan Timur turut mendatangi lokasi untuk menenangkan warga dan memastikan tidak ada bentrok susulan. Pihak kepolisian juga dikabarkan tengah memeriksa video kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan mendorong aparat pemerintah yang sedang bertugas, sementara sebagian lainnya menilai kejadian itu menjadi pelajaran penting agar penanganan di lapangan dilakukan dengan lebih persuasif.

Hingga kini, pihak kelurahan menyatakan tetap akan melanjutkan program penataan jalan lingkungan dan memastikan pembongkaran polisi tidur liar tetap berjalan dengan koordinasi bersama warga agar kejadian serupa tidak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *