Angka Kriminalitas 3C di Medan Turun, Sinergi Pemko dan Polrestabes Dinilai Efektif

Angka Kriminalitas 3C di Medan Turun, Sinergi Pemko dan Polrestabes Dinilai EfektifBERITAPELITA.COM

KOTA MEDAN – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan menunjukkan perkembangan positif dalam satu tahun terakhir. Pemerintah Kota Medan bersama jajaran kepolisian dinilai berhasil menekan angka kriminalitas di sejumlah sektor. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci utama capaian tersebut. Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota disebut berperan dalam memperkuat koordinasi. Situasi keamanan kota pun dilaporkan semakin kondusif.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Wakil Wali Kota, Zakiyuddin Harahap, sinergi dengan aparat penegak hukum diperkuat. Pemerintah kota aktif berkoordinasi dengan kepolisian dalam berbagai program keamanan. Pendekatan kolaboratif ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan kriminalitas. Program monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala. Hasilnya, sejumlah indikator keamanan menunjukkan tren menurun.

Data yang dihimpun melalui aplikasi Daily Operation Reporting System (DORS) menjadi dasar evaluasi kinerja keamanan. Sistem ini mencatat laporan kejadian kriminal secara terintegrasi. Berdasarkan data tersebut, terjadi penurunan kasus kriminal, khususnya kategori 3C. Istilah 3C merujuk pada pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Penurunan angka ini menjadi indikator penting keberhasilan program.

Sinergi antara Wali Kota Medan dan Kapolrestabes Kota Medan, Calvijn Simanjuntak, disebut berkontribusi terhadap capaian tersebut. Koordinasi intensif dilakukan dalam perencanaan operasi keamanan. Patroli rutin dan penindakan tegas terhadap pelaku kriminal digencarkan. Selain itu, penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga didorong. Pendekatan terpadu ini dinilai efektif.

Berdasarkan data DORS, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) mengalami penurunan sebesar 3 persen. Jumlah laporan turun dari 78 kasus menjadi 76 kasus dalam periode evaluasi. Meski penurunannya tidak signifikan, tren ini menunjukkan arah yang positif. Aparat menilai konsistensi pengawasan menjadi faktor penting. Upaya preventif terus diperkuat untuk menekan angka lebih jauh.

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) juga menunjukkan penurunan sebesar 1 persen. Jumlah laporan berkurang dari 939 menjadi 928 kasus. Meski selisihnya relatif kecil, stabilitas penurunan dinilai sebagai indikator keberhasilan pengawasan rutin. Polisi dan pemerintah kota terus melakukan pemetaan wilayah rawan. Langkah ini untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.

Penurunan paling signifikan tercatat pada kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Angkanya turun hingga 31 persen, dari 788 menjadi 541 laporan. Capaian ini menjadi sorotan karena curanmor kerap meresahkan masyarakat. Penguatan patroli dan razia kendaraan diduga berkontribusi terhadap hasil tersebut. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kendaraan juga meningkat.

Secara keseluruhan, total kasus 3C mengalami penurunan sebesar 14 persen. Jumlah laporan turun dari 1.805 menjadi 1.545 kasus. Angka ini mencerminkan perbaikan situasi keamanan di Kota Medan. Pemerintah kota menilai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penentu.

Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tren positif ini. Program keamanan lingkungan akan terus diperkuat. Peningkatan penerangan jalan dan pengawasan kawasan publik menjadi bagian dari strategi. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mencegah peluang tindak kejahatan. Pendekatan preventif menjadi prioritas utama.

Kepolisian juga terus mengintensifkan patroli di wilayah rawan kriminalitas. Pemanfaatan teknologi dan sistem pelaporan digital membantu mempercepat respons. Koordinasi dengan perangkat kelurahan dan kecamatan turut dilakukan. Upaya ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Stabilitas keamanan menjadi fondasi pembangunan kota.

Selain penindakan, edukasi kepada masyarakat juga digencarkan. Warga diimbau aktif melaporkan kejadian mencurigakan melalui saluran resmi. Kesadaran kolektif dinilai mampu menekan potensi kejahatan. Pemerintah kota juga mendorong pembentukan kembali sistem keamanan lingkungan. Kolaborasi ini memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput.

Keberhasilan menurunkan angka kriminalitas tidak lepas dari evaluasi rutin berbasis data. Aplikasi DORS menjadi instrumen penting dalam pemantauan harian. Data yang akurat memudahkan pengambilan kebijakan. Pemerintah dan kepolisian dapat mengidentifikasi pola kejahatan secara lebih tepat. Pendekatan berbasis data ini dinilai efektif dan efisien.

Meski tren menunjukkan penurunan, aparat tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada. Kejahatan dapat terjadi apabila ada kelengahan. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga tetap diperlukan. Pemerintah dan kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

Capaian penurunan angka 3C ini menjadi modal penting bagi Kota Medan. Stabilitas keamanan berdampak langsung pada iklim investasi dan aktivitas ekonomi. Kota yang aman akan mendorong pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kota berharap tren ini dapat terus berlanjut. Komitmen menjaga ketertiban akan tetap menjadi prioritas.

Dengan penurunan total kasus 3C sebesar 14 persen dalam satu tahun, sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan Polrestabes Medan menunjukkan hasil nyata. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menjaga keamanan. Pemerintah berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut. Dukungan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga kondusivitas kota. Ke depan, langkah preventif dan penegakan hukum akan terus diperkuat demi Medan yang lebih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *