
SIBOLGA – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebut adanya penimbunan bantuan bagi korban bencana di Kota Sibolga. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dalam keterangannya kepada media, Wali Kota menyatakan bahwa seluruh bantuan yang diterima pemerintah kota telah dikelola sesuai prosedur dan dicatat secara administratif. Setiap bantuan yang masuk maupun yang telah disalurkan memiliki data dan dokumentasi yang jelas.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat menjaga transparansi dalam proses distribusi bantuan agar tepat sasaran. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat terdampak bencana benar-benar menerima bantuan sesuai kebutuhan mereka.
Wali Kota menjelaskan bahwa sebagian bantuan memang masih tersimpan di gedung eks Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga. Penyimpanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengelolaan logistik sebelum bantuan disalurkan kepada penerima yang telah terdata.
Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut telah dipersiapkan untuk masyarakat korban bencana yang nantinya akan menempati Hunian Tetap (Huntap). Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap seiring dengan proses pemindahan warga ke tempat tinggal yang baru.
Pemerintah Kota Sibolga memastikan bahwa mekanisme distribusi bantuan dilakukan secara terencana dan tidak terburu-buru. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, pihak pemerintah kota juga melibatkan berbagai instansi terkait dalam proses pengelolaan bantuan. Koordinasi dilakukan dengan dinas sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat kelurahan dan kecamatan.
Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga untuk memperoleh informasi resmi melalui kanal komunikasi pemerintah daerah atau sumber terpercaya.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan saling mendukung proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kota Sibolga sendiri terus berupaya mempercepat pembangunan Hunian Tetap bagi warga yang terdampak bencana. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain penyediaan hunian tetap, pemerintah juga berupaya memberikan berbagai bentuk bantuan lainnya. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, hingga dukungan bagi pemulihan ekonomi warga.
Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Sibolga. Dukungan dari pemerintah pusat, lembaga sosial, dan masyarakat luas dinilai sangat membantu proses pemulihan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memastikan bantuan yang diterima masyarakat disalurkan secara adil dan transparan. Setiap tahapan distribusi akan dilakukan dengan pengawasan yang ketat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya terkait pengelolaan bantuan pascabencana di Sibolga. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang terdampak bencana.
Melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kota Sibolga dapat berjalan dengan baik. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat menjadi lebih stabil dan sejahtera di masa mendatang.
