
BERASTAGI – Arus lalu lintas di jalur Berastagi–Medan mengalami kemacetan panjang pada Minggu sore hingga malam hari, 8 Februari 2026. Kepadatan kendaraan terjadi sejak sore hari. Antrean kendaraan mengular di sejumlah titik. Pengendara terpaksa melaju sangat lambat. Kondisi tersebut menimbulkan keluhan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kemacetan diduga dipicu oleh sebuah truk yang mengalami pecah ban. Truk tersebut berhenti di badan jalan. Kejadian itu berlangsung sejak sore hari. Hingga malam, kendaraan belum dapat segera dipindahkan. Situasi ini mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Sejumlah video yang dibagikan oleh pengguna jalan memperlihatkan kepadatan parah. Kendaraan tampak berhenti dalam waktu lama. Lampu kendaraan memenuhi ruas jalan. Suasana gelap menambah ketegangan pengendara. Banyak pengguna jalan memilih menunggu di dalam kendaraan.
Kemacetan semakin parah akibat perilaku sebagian pengendara. Beberapa kendaraan terlihat mengambil lajur berlawanan arah. Tindakan tersebut justru menghambat arus lalu lintas. Ruang jalan menjadi semakin sempit. Arus kendaraan dari kedua arah tersendat.
Pengendara yang terjebak kemacetan mengaku frustrasi. Perjalanan yang biasanya singkat berubah menjadi berjam-jam. Waktu tempuh meningkat drastis. Konsumsi bahan bakar turut bertambah. Kondisi ini menimbulkan kelelahan fisik dan mental.
Jalur Berastagi–Medan dikenal sebagai salah satu ruas padat. Pada akhir pekan, volume kendaraan cenderung meningkat. Banyak warga memanfaatkan hari libur untuk bepergian. Kendaraan pribadi dan angkutan barang mendominasi jalan. Kepadatan menjadi sulit dihindari.
Minimnya ruang untuk kendaraan berhenti darurat turut menjadi sorotan. Truk yang mengalami kerusakan tidak dapat segera menepi. Akibatnya, badan jalan terpakai sebagian. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas. Pengendara lain harus berbagi ruang sempit.
Hingga malam hari sekitar pukul 20.30 WIB, kemacetan masih terjadi. Arus kendaraan bergerak perlahan. Beberapa titik mengalami berhenti total. Pengendara memilih bersabar menunggu situasi membaik. Tidak sedikit yang mengeluhkan kurangnya informasi.
Petugas lalu lintas dilaporkan berupaya melakukan pengaturan. Namun kepadatan kendaraan menyulitkan penanganan cepat. Proses evakuasi kendaraan bermasalah memerlukan waktu. Kondisi gelap turut menjadi kendala. Pengamanan tetap dilakukan untuk mencegah kecelakaan.
Kemacetan juga berdampak pada aktivitas warga. Pengendara yang hendak kembali ke Medan tiba lebih larut. Aktivitas malam hari terganggu. Pengiriman barang mengalami keterlambatan. Dampak ekonomi pun tidak terhindarkan.
Sebagian warga berharap ada jalur alternatif yang difungsikan optimal. Rekayasa lalu lintas dinilai perlu diterapkan. Pengaturan arus satu arah sementara dapat menjadi solusi. Koordinasi antarinstansi menjadi penting. Penanganan cepat sangat dibutuhkan.
Pengamat transportasi menilai disiplin berlalu lintas masih menjadi persoalan. Pengambilan lajur lawan arah dinilai memperparah kondisi. Tindakan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan. Kesadaran kolektif pengendara sangat diperlukan. Kepatuhan aturan menjadi kunci kelancaran.
Masyarakat diimbau tetap tertib saat menghadapi kemacetan. Kesabaran dinilai sebagai langkah paling aman. Pengendara diminta tidak memaksakan diri. Mengikuti arahan petugas sangat dianjurkan. Keselamatan menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah diharapkan mengevaluasi kondisi jalur tersebut. Kesiapan infrastruktur darurat perlu ditingkatkan. Penanganan kendaraan rusak harus lebih cepat. Fasilitas bahu jalan perlu diperhatikan. Hal ini penting untuk mencegah kemacetan serupa.
Selain itu, pemeriksaan rutin kendaraan berat juga disorot. Kondisi teknis kendaraan dinilai berpengaruh besar. Truk dengan muatan berat rentan mengalami gangguan. Pengawasan kelayakan kendaraan perlu diperketat. Pencegahan dinilai lebih efektif.
Kemacetan panjang bukan hanya persoalan teknis. Faktor perilaku pengendara turut menentukan. Kesadaran untuk saling memberi jalan sangat penting. Etika berlalu lintas harus dijunjung tinggi. Jalan raya adalah ruang bersama.
Hingga situasi berangsur normal, petugas tetap bersiaga. Arus lalu lintas mulai bergerak perlahan. Kendaraan satu per satu melintas. Kepadatan berkurang secara bertahap. Kondisi kembali terkendali menjelang larut malam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya manajemen lalu lintas. Jalur strategis memerlukan pengawasan ekstra. Antisipasi kejadian darurat harus disiapkan. Koordinasi lintas sektor perlu diperkuat. Respons cepat menjadi keharusan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang. Perjalanan aman dan lancar menjadi harapan bersama. Kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan. Baik pemerintah maupun pengguna jalan memiliki peran. Kerja sama menjadi kunci solusi.
Kemacetan di jalur Berastagi–Medan menjadi pelajaran berharga. Gangguan kecil dapat berdampak besar. Disiplin, kesabaran, dan kesiapan infrastruktur sangat menentukan. Pengendara diimbau tetap waspada. Keselamatan dan ketertiban harus diutamakan.
