
BERITAPELITA.COM – Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 dengan menggelar aksi sosial kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang dan pencapaian yayasan selama hampir tiga dekade. Momentum ulang tahun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan internal. YPSA memilih berbagi dengan masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. Aksi tersebut difokuskan pada wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara.
Aksi kepedulian sosial ini dilaksanakan di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Rumah Tahfizh Qur’an Daarut Tauhid. Kedua lokasi tersebut terdampak cukup parah akibat banjir. Kondisi warga masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. YPSA hadir untuk meringankan beban masyarakat.
Kegiatan sosial ini mengusung tema “Shafiyyatul For Others”. Tema tersebut mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. YPSA ingin menanamkan nilai empati kepada seluruh civitas yayasan. Kepedulian sosial dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab moral lembaga pendidikan. Melalui tema ini, YPSA menegaskan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Paket bantuan meliputi beras, mi instan, dan air mineral. Selain itu, disediakan pula susu dan minyak goreng. Kebutuhan sandang seperti pakaian layak pakai juga turut dibagikan. Kasur dan perlengkapan dasar lainnya disalurkan untuk mendukung kebutuhan pengungsian.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Tim YPSA berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Proses distribusi berlangsung tertib dan lancar. Warga menyambut kehadiran rombongan YPSA dengan antusias.
Kepala Departemen Keislaman dan Dakwah YPSA, Azhar Fauzi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung. Menurutnya, korban banjir masih dalam tahap pemulihan. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. YPSA berupaya hadir sebagai bagian dari solusi.
Azhar Fauzi menegaskan bahwa bencana merupakan ujian bersama. Ia menilai solidaritas sosial menjadi kunci dalam menghadapi musibah. Kepedulian tidak boleh dibatasi oleh jarak atau latar belakang. Semua pihak diharapkan dapat saling membantu. Prinsip inilah yang menjadi dasar aksi sosial YPSA.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menimbulkan dampak luas. Tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan dan keagamaan. Banyak warga kehilangan harta benda. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama. YPSA memandang hal ini sebagai panggilan kemanusiaan.
Sebagai lembaga pendidikan, YPSA merasa memiliki tanggung jawab sosial. Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai kepedulian dan empati harus ditanamkan sejak dini. Aksi sosial ini menjadi sarana pembelajaran nyata. Siswa dan tenaga pendidik dilibatkan dalam semangat berbagi.
Kegiatan ini juga menjadi refleksi perjalanan 28 tahun YPSA. Selama berdiri, yayasan terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga kegiatan sosial. Ulang tahun yayasan dijadikan momentum evaluasi dan penguatan peran sosial. Hal ini sejalan dengan visi dan misi YPSA.
Di Desa Pekubuan, warga mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Kebutuhan pokok masih menjadi prioritas utama pascabanjir. Bantuan dari YPSA meringankan beban keluarga terdampak. Warga berharap dukungan serupa terus berlanjut. Kehadiran lembaga pendidikan dirasakan membawa harapan.
Sementara itu, Rumah Tahfizh Qur’an Daarut Tauhid juga menerima bantuan. Aktivitas belajar mengajar di rumah tahfizh sempat terganggu akibat banjir. Bantuan yang diberikan membantu pemulihan sarana dan kebutuhan santri. YPSA berharap kegiatan keagamaan dapat kembali berjalan normal. Pendidikan keagamaan tetap menjadi perhatian utama.
YPSA memastikan bahwa aksi sosial ini bukan yang terakhir. Yayasan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Program kepedulian sosial akan menjadi agenda berkelanjutan. Setiap momentum penting akan dimanfaatkan untuk berbagi. Prinsip kebermanfaatan menjadi dasar setiap kegiatan.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan YPSA dengan masyarakat sekitar. Sinergi antara lembaga pendidikan dan warga sangat penting. Kolaborasi ini menciptakan dampak yang lebih luas. YPSA membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya untuk memperluas jangkauan bantuan.
Selain bantuan materi, YPSA juga memberikan dukungan moral. Kehadiran langsung di lokasi menjadi bentuk empati. Warga merasa tidak sendirian menghadapi musibah. Interaksi yang terjalin memperkuat rasa kebersamaan. Nilai kemanusiaan menjadi pesan utama kegiatan ini.
Azhar Fauzi berharap kegiatan ini menginspirasi pihak lain. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan sangat berarti. Solidaritas sosial harus terus ditumbuhkan. Bencana mengajarkan pentingnya kebersamaan. Semua elemen masyarakat memiliki peran masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, YPSA melibatkan relawan internal. Guru, staf, dan perwakilan siswa turut berpartisipasi. Keterlibatan ini memperkuat rasa kepedulian kolektif. Pendidikan karakter diwujudkan melalui tindakan nyata. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga.
YPSA juga menekankan pentingnya keberlanjutan pascabencana. Pemulihan tidak hanya berlangsung singkat. Masyarakat membutuhkan pendampingan jangka panjang. Yayasan membuka peluang program lanjutan. Fokusnya pada pemulihan pendidikan dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, YPSA ingin menegaskan identitasnya. Yayasan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Nilai kemanusiaan menjadi bagian tak terpisahkan. Kepedulian sosial adalah wujud nyata pendidikan holistik. Hal ini menjadi ciri khas YPSA.
Peringatan HUT ke-28 YPSA pun menjadi lebih bermakna. Perayaan tidak dilakukan dengan kemewahan. Sebaliknya, kebahagiaan dibagikan kepada sesama. Semangat berbagi menjadi pesan utama. Nilai inilah yang ingin diwariskan kepada generasi penerus.
Ke depan, YPSA berkomitmen untuk terus berkontribusi. Baik di bidang pendidikan maupun sosial kemanusiaan. Yayasan berharap dapat terus tumbuh bersama masyarakat. Ulang tahun menjadi momentum memperkuat pengabdian. YPSA ingin terus hadir untuk sesama.
