
BERITAPELITA.COM – Hujan yang mengguyur Kota Medan sejak Kamis siang, 27 November 2025, menyebabkan kawasan Lapangan Merdeka dan sekitarnya tergenang air. Genangan tampak menjalar ke sejumlah ruas jalan, membuat aktivitas warga terganggu dan arus lalu lintas melambat.
Sejak pukul 14.00 WIB, hujan intensitas sedang hingga lebat turun merata di pusat kota. Kondisi ini membuat drainase di kawasan Lapangan Merdeka tidak mampu menampung debit air dalam waktu singkat.
Pantauan warga menunjukkan bahwa genangan mulai muncul di titik-titik rendah sekitar lapangan, termasuk area pedestrian dan sisi jalan yang mengarah ke Balai Kota Medan. Beberapa kendaraan terlihat melaju perlahan untuk menghindari mogok.
Di area persimpangan jalan, air tampak mengalir cukup deras, membuat sejumlah pengendara motor berhenti dan memilih berteduh. Mereka mengaku khawatir kendaraan rusak akibat ketinggian air yang mencapai betis orang dewasa di beberapa lokasi.
Pedagang kaki lima di seputaran Lapangan Merdeka turut merasakan dampaknya. Banyak yang menutup lapak lebih cepat karena air mulai merembes ke area dagangan mereka.
Sejumlah pengunjung yang sedang berada di lapangan terpaksa mencari tempat berlindung. Sebagian memilih menunggu hujan reda di halte, kafe, atau bawah bangunan pedestrian.
Hujan deras ini juga berdampak pada aktivitas perkantoran di area sekitar. Pegawai yang hendak pulang kerja harus menunda perjalanan atau mencari rute alternatif agar tidak terjebak dalam genangan.
Hingga sore hari, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD Medan sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi. Mereka memastikan titik-titik saluran air tetap berfungsi dan tidak tertutup sampah.
Namun, beberapa saluran diketahui mengalami penyumbatan sehingga memperlambat surutnya air. Petugas berupaya menormalkan aliran untuk mencegah genangan yang lebih luas.
Warga sekitar menyebutkan bahwa genangan di sekitar Lapangan Merdeka bukan pertama kali terjadi. Sistem drainase yang sudah lama dikeluhkan menjadi salah satu faktor penyebab air mudah meluap saat hujan deras turun.
Di sisi lain, kondisi lalu lintas di pusat kota semakin padat. Banyak kendaraan mengantre karena harus melaju lebih perlahan saat melewati titik-titik yang tergenang cukup dalam.
Pengendara mobil terlihat membuka kaca dan memberi isyarat satu sama lain untuk mengatur jalur yang aman dilalui. Sementara itu, pengendara motor sebagian memutar balik karena tidak ingin mengambil risiko.
Pedagang di sekitar kawasan menuturkan bahwa genangan cepat muncul setiap kali curah hujan tinggi. Mereka berharap pemerintah melakukan pembenahan drainase secara besar-besaran.
Para pejalan kaki yang hendak melintas pun harus berhati-hati. Selain licin, beberapa bagian trotoar tertutup air, membuat mereka harus memilih jalur alternatif.
Hujan yang masih turun hingga menjelang malam membuat warga cemas akan potensi genangan yang lebih tinggi. Situasi ini diperparah dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih diprediksi berlangsung beberapa hari ke depan.
BPBD Medan mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari titik genangan. Warga yang tinggal di sekitar pusat kota diingatkan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca melalui informasi resmi.
Petugas kebersihan dan relawan turut membantu membersihkan sampah yang menyumbat aliran air. Upaya ini dilakukan agar genangan tidak meluas ke area pemukiman.
Beberapa kendaraan terlihat mogok di tengah jalan dan mendapat bantuan dari warga sekitar. Situasi tersebut membuat lalu lintas semakin tersendat.
Hingga malam hari, air di beberapa titik mulai berangsur surut meski belum sepenuhnya hilang. Pemerintah kota berkomitmen terus memantau kondisi hingga cuaca kembali stabil.
Peristiwa genangan di sekitar Lapangan Merdeka ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan perlunya pembenahan infrastruktur kota secara berkelanjutan.
